Papua No.1 News Portal | Jubi

YPPK Fransiskus Asisi Jayawijaya masih kekurangan tenaga pengajar

Writer: Islami AdisubrataEditor: Syam Terrajana
YPPK
Serah terima jabatan Direktur Sekretariat Eksekutif YPPK Fransiskus Asisi di Gedung Sosial Katolik Wamena, Kamis (4/8/2022).-Jubi/Islami.

Wamena, Jubi – Jabatan Direktur Sekretariat Eksekutif YPPK Fransiskus Asisi Jayawijaya,  telah diserahterimakan dari pejabat lama Stefanus Naban kepada Edyson Mario Wantik, setelah dilakukan serah terima di Gedung Soska Wamena, Kamis (4/8/2022) oleh Sekretaris Badan Pengurus YPPK Fransiskus Asisi Jayapura, Thobias Kirwelekubun.

Stefanus Naban selaku direktur lama mengatakan, hingga berjalannya yayasan hingga kini masih mengalami kekurangan tenaga pengajar dari 28 sekolah yang dimiliki saat ini di Jayawijaya.

“Jumlah penyebaran guru tidak merata sehingga mempengaruhi kualitas sekolah, makanya kita kontrak sarjana perikanan, pertanian dari pada sekolah tidak jalan, sementara dari masyarakat menghendaki guru di setiap sekolah harus terpenuhi,” katanya.

Baca juga :   Kemampuan kepala sekolah di Jayawijaya akan ditingkatkan

Sementara Direktur Sekretariat Eksekutif YPPK Fransiskus Asisi Jayawijaya, Edyson Mario Wantik menyebut kebutuhan tenaga pengajar di 28 sekolah yang ada memang hampir di semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA.

“Untuk itu kami berharap kerjasama dan bantuan pemerintah daerah dalam penyiapan tenaga guru, mendengarkan keluh kesah tentang kebutuhan ini,” kata Edyson Wantik.

Ia menyebut, kebutuhan dari tahun ke tahun mengalami masalah yang berbeda-beda dan semakin tahun tantangan semakin banyak. Meski begitu ia harap persoalan yang dihadapi YPPK ini dapat dilihat, diselesaikan dengan cara pandang budaya Balim, Papua pada umumnya.

“Dengan demikian bisa mengatasi, mengurangi dan bisa memberi nilai-nilai yang baik khususnya bagi anak-anak generasi emas di Lembah Baliem ini,” katanya.

Baca juga :   Sempat vakum 8 tahun, PGRI Jayawijaya gelar konferensi penentuan pengurus baru

Di sisi lain Sekretaris Badan Pengurus YPPK Fransiskus Asisi Jayapura, Thobias Kirwelekubun menyebut jika tantangan pendidikan tidak ada habisnya, dimana ada sejumlah permasalahan mendasar dari waktu ke waktu dalam dunia pendidikan.
Permasalahan yang dimaksud itu terkait dengan regulasi, sarana prasarana seperti rumah guru, ruang kelas terbatas, sumber daya manusia yaitu tenaga pengajar serta keterbatasan anggaran.

“Untuk itu direktur yang baru dituntut untuk menjawab tantangan tersebut, karena permasalahan tersebut tentu berdampak pada output yang kita hasilkan atau kepada peserta didik,” katanya. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250