Papua No.1 News Portal | Jubi

BPS catat laju perekonomian di Jayawijaya perlahan meningkat

Writer: Islami AdisubrataEditor: Kristianto Galuwo
Jayawijaya
Salah satu sudut pertokoan di Jalan Irian, Wamena, Jayawijaya, Senin (13/6/2022). -Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya mencatat sejak adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan dilakukannya lockdown dan pembatasan aktivitas masyarakat sejak 2020 hingga 2021, membuat perekonomian di daerah tersebut menjadi minus.

Kepala BPS Jayawijaya, Jianto, mengatakan sejak pandemi di awal 2020 sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi, karena tiga bulan lamanya terjadi lockdown di Bandara Wamena, begitu juga aktivitas warga dibatasi, sehingga pertumbuhannya sempat minus.

“Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) jika dilihat dari perkembangan ekonominya, Jayawijaya pada 2019 di angka 4,97. Namun karena ada lockdown, minus menjadi 3,08 di 2020,” kata Jianto, saat dihubungi Jubi, Selasa (14/6/2022).

Ia menyebut, penurunan terbesar di sektor transportasi baik udara maupun darat. Di mana terjadi pembatasan aktivitas meski selama pandemi penerbangan khusus logistik/kargo tetap jalan, namun tidak seefektif tahun sebelumnya.

“Hal ini juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi ke sejumlah kabupaten lainnya seperti Yalimo, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah dan lainya selama 2020,” katanya.

Meski begitu, di awal 2021 laju perekonomian di Jayawijaya mulai ada peningkatan meskipun sektor penerbangan tetap minus, karena masih terjadi pembatasan.

“Karena mau terbang banyak syarat perjalanan, sehingga membuat masyarakat malas bepergian, hal ini sesuai responden yang disurvei. Pada 2021 hingga sekarang memang belum dihitung semuanya, namun sudah mulai ada peningkatan apalagi akses sudah bebas yang penting sudah vaksin,” katanya.

Jayawijaya juga mencatat masih menjadi kabupaten dengan tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Sejak 2019 berada di angka 57.79, 2020 meningkat 58.03, dan pada 2021 menjadi 58.67.

“Indeks ini ada beberapa komponen yang memengaruhi seperti kesehatan dilihat dari angka harapan hidup. Pendidikan, dilihat dari dua komponen, angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah,” kata Staf Neraca Wilayah BPS Jayawijaya, Anisa Ziraida.

Ia menyebut, untuk IPM di lima kabupaten yang menjadi tugas dan kewenangannya, Jayawijaya masih di posisi tertinggi disusul Yalimo, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, dan Nduga. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250