Sorong Selatan, Jubi – Layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) School Keyen Teminabuan milik Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan ditutup pegawai dan tenaga kesehatan (nakes) rumah sakit itu sejak Jumat (31/1/2025) pukul 15.00 WIT. Hingga Sabtu (1/2/2025) pagi penutupan layanan masih berlangsung.
Pantauan Jubi.id pada Jumat sore dan Sabtu pagi, rumah sakit yang terletak di Jalan Teminabuan-Ayamaru, Kampung Keyen, Teminbauan, Kabupaten Sorong Selatan itu terlihat lengang. Pelayanan ditutup. Bahkan pada layanan IGD (Instalasi Gawat Darurat) yang mestinya buka 24 jam juga ditutup.
Pada kaca jendela IGD tertempel selembar kertas HVS putih bertuliskan pengumuman: “TUTUP: Pelayanan IGD & IGD Ponek RSUD Scholoo Keyen Sampai Waktu yang Tidak Ditentukan”. IGD Ponek (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehemsif) adalah layanan yang disediakan untuk menangani pasien ibu hamil yang akan melangsungkan persalinan dengan status gawat darurat.
Pada Jumat sore, di rumah sakit itu hanya terlihat beberapa perawat dan satpam yang sedang melakukan tugas jaga. Namun tidak ada aktivitas pelayanan. Dokter spesialis tidak terlihat buka untuk melayani pasien.
Seorang dokter umum yang ditanyai Jubi.id menyampaikan dokter spesialis, termasuk dokter kandungan, anestesi, dokter anak, dokter bedah, dan dokter penyakit dalam, telah menghentikan layanan karena pembayaran gaji mereka untuk bulan November 2024 dan Desember 2024 masih menunggak alias belum dibayarkan.
“Kami dokter umum di IGD pun terpaksa menghentikan pelayanan, karena hak kami belum dibayarkan. Ini bukan hanya soal gaji, tetapi menyangkut kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada rumah sakit ini,” kata dokter yang enggan disebutkan namanya itu.
Jubi melakukan konfirmasi kepada Direktur RSUD School Keyen melalui WhatsApp. Drg Muhammad Alim Ihsan P, direktur RSUD School Keyen Teminabuan membalas pada Sabtu (1/2/2025) pagi. Ia hanya menjelaskan singkat dengan mengatakan sudah melaporkan ke Sekda Pemkab Sorong Selatan masalah [penutupan layanan] tersebut.
Pertanyaan Jubi.id lebih detail belum diresponnya. Jubi.id juga belum berhasil menghubungi Sekda Pemkab Sorong Selatan.
Ditutupnya layanan RSUD School Keyen Teminabuan mendapat respon serius dari sejumlah kalangan di Sorong Selatan. Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Doberay Papua Barat Daya George Ronald Konjol mempertanyakan alasan penutupan layanan di RSUD School Keyen. Ia meminta direktur rumah sakit itu memberikan penjelasan yang transparan kepada publik.
“RSUD School Keyen adalah satu-satunya rumah sakit di Sorong Selatan, jika ditutup maka tidak ada rumah sakit lain yang dapat melayani masyarakat. Saya meminta bupati segera menyelesaikan masalah ini agar pelayanan kesehatan bisa kembali normal,” katanya kepada Jubi.id, Sabtu (1/2/2025).
Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Imekko Bersatu Provinsi Papua Barat Daya Ferry Onim mengecam penutupan rumah sakit itu. Menurutnya penutupan itu sebagai bentuk kelalaian Pemkab Sorong Selatan dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.
“RSUD School Keyen Teminabuan adalah fasilitas vital bagi masyarakat Sorong Selatan, jika ini terus dibiarkan masyarakat akan kehilangan akses terhadap layanan kesehatan yang seharusnya menjadi hak mereka,” katanya.
Onim meminta DPRD Kabupaten Sorong Selatan turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi rumah sakit itu.
“Kami ingin tahu, apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa pelayanan kesehatan dihentikan? Jika pemerintah daerah tidak segera bertindak, kami tidak akan tinggal diam,” katanya.
Jika perlu, lanut Onim, pihaknya akan turun ke jalan dan menyuarakan tuntutan ke pemerintah pusat.
“Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi sudah masuk ke dalam kategori pelanggaran hak asasi manusia terhadap masyarakat di Sorong Selatan,” ujarnya.
Timotius Yelimolo, warga Sorong Selatan, mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk segera melakukan intervensi terhadap Pemkab Sorong Selatan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami RSUD School Keyen Teminabuan supaya beroperasi kembali. (*)




Discussion about this post