Penambangan emas ilegal di Manokwari merusak alam

emas
Potret kegiatan penambangan emas ilegal di Kampung Wasirawi Distrik Masni Kabupaten Manokwari Papua Barat. - (ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA)

Manokwari, Jubi – Bupati Kabupaten Manokwari Hermus Indou tegas menyatakan aktivitas penambangan emas tanpa izin atau ilegal di Kampung Wasirawi Distrik Masni, merugikan negara dan Pemerintah Daerah setempat.

Dikatakan Bupati Hermus Indou merespon lemahnya penegakan hukum terhadap kelompok pemodal yang masih berlindung di balik izin masyarakat lokal untuk memuluskan bisnis gelap tersebut.

“Dari aspek pendapatan daerah, Kabupaten Manokwari sangat dirugikan. Diduga, puluhan miliar rupiah hasil penambangan ilegal itu dinikmati oleh kelompok pemodal dan oknum-oknum yang terlibat sebagai ‘beking’,” tukas Hermus Indou, Selasa (14/6/2022) di Manokwari.

banner 400x130

Bupati juga mengatakan bahwa dari aspek lingkungan, kegiatan penambangan emas ilegal itu diduga turut merambah hutan alam sekitar bantaran sungai, bahkan diduga kegiatan itu turut mencemari sungai akibat zat kimia yang digunakan.

“Aspek lingkungan yang paling berpotensi terjadi adalah bencana banjir, dan menjadi ancaman serius bagi penduduk dua Distrik yaitu Prafi dan Masni yang berada di dataran rendah” kata Bupati.

Sebelumnya di tempat terpisah, Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Papua Barat pada 16 April 2022 telah melakukan penangkapan terhadap 46 pekerja tambang emas ilegal, 31 orang diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, penangkapan hingga penetapan tersangka oleh aparat Kepolisian di daerah ini belum memberikan efek jera terhadap pemodal dan pekerja tambang emas ilegal itu. (*)

 

 

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250